Amuk
amok (amuck)
Ringkasan Singkat
Sindrom terikat budaya di Asia Tenggara yang ditandai dengan periode penarikan diri sosial diikuti oleh serangan kekerasan tanpa provokasi yang berakhir dengan amnesia.
Amuk adalah fenomena psikopatologis yang secara historis diklasifikasikan sebagai sindrom terikat budaya (culture-bound syndrome), terutama ditemukan di wilayah Malaysia, Filipina, dan Indonesia. Kondisi ini biasanya dialami oleh pria dan diawali dengan periode perenungan, depresi, atau penarikan diri (apa yang disebut sebagai mengamuk). Setelah periode ini, individu tersebut secara tiba-tiba melakukan serangan kekerasan yang membabi buta terhadap orang atau objek di sekitarnya tanpa motif yang jelas.
Episode amuk berakhir ketika pelaku pingsan karena kelelahan atau dilumpuhkan oleh orang lain. Setelah tersadar, pelaku biasanya mengalami amnesia total terhadap peristiwa tersebut. Meskipun secara historis dianggap sebagai fenomena unik budaya, psikiatri modern sering kali melihat amuk sebagai manifestasi dari gangguan psikotik, gangguan kepribadian, atau reaksi stres akut yang dipengaruhi oleh norma budaya setempat dalam mengekspresikan kemarahan dan rasa malu. Istilah ini juga dikenal secara lokal sebagai mata elap.
Referensi Yang Bisa Anda Gunakan
- American Psychiatric Association. (1994). DSM-IV (Appendix on Culture-Bound Syndromes).
- Carr, J. E., & Tan, E. K. (1976). In search of the true amok.
Peringatan Sitasi Akademik
Halaman ini disusun murni sebagai alat bantu pemahaman awal. Dilarang keras mengutip halaman ini sebagai sitasi utama dalam karya ilmiah atau tugas akhir. Silakan gunakan literatur primer yang tercantum pada daftar pustaka.